Friday, November 29, 2013

Sang Penerus

Bagaimanapun sarana transportasi tetap dibutuhkan untuk menunjang aktifitas usaha.Akhirnya Sang Penerus pun berhasil di peroleh.Panther LM Tahun 2006

Sunday, May 19, 2013

Pantherku di Beli Orang

Panther ini memang sering ditaksir .Bahkan sekitar 2 tahun lalu ada orang yang baru kenal menawar Rp. 60 juta.Ada juga kawan yang Branch Manager di salah satu bank asing beberapa tahun lalu meski dengan "melecehkan",menawar Rp. 25 juta.Namun,anehnya dua bulan lalu,orang yang sama,menawar Rp. 57,5 juta. Saat service rutin di sebuah bengkel belum lama ini,sang pemilik bengkel berujar "mbok beri kesempatan orang lain nglungsur *) panthermu".Waktu itu saya masih bilang,"pantherku ini istimewa,dan ini mobil pertama dari saat aku bisa stir mobil tahun 1980" Sang pemilik bengkel sosok yang religius cuma bilang "kalau Tuhan berkehendak,panthermu akan berpindah pemilik" Setelah bersama 2003-2013,Panther Hi Grade yang selama ini berjuang bersama kami,akhirnya mengakhiri masa tugas,karena tanggal 15 mei 2013 dibeli orang. *)nglungsur : gantian

Friday, May 10, 2013

Andaikan Uangku Sebanyak Milik Gayus

Harian Suara Merdeka tanggal 10 Mei 2013 Saat bertandang di rumah kawan, di tumpukkan koran lama tertanggal 9 Desember 2010, ada berita yang spektakuler. "Gayus Simpan Rp 7 M di Rumah ". Demikian head line berita di harian itu. Berita selanjutnya disebutkan bahwa total uang sebenarnya Rp 35 miliar, karena selebihnya disimpan di rekening beberapa bank. Tersentak dan terhenyak membayangkan tumpukan 7 miliar di dalam rumah. Meski berujud uang kertas asing berapa almari yang dibutuhkan? Saya tak yakin apakah ada pengusaha besar atau bahkan konglomerat yang memiliki uang tunai sebesar itu di rumah. Un-tuk rumah pengusaha biasanya adanya inventory/stock, piutang, daftar gaji karyawan, dan utang. Uang tunai miliaran mana ada? Andaikan saya seorang bankir dan bisa menyisihkan uang Rp 35 miliar, berarti nilai aset bank saya cukup besar. Peritungan awam: Ada ketentuan giro wajib minimum/GWM/ reserve requirement/cash ratio yang ditentukan oleh Bank Indonesia untuk perbankan atas dana masyarakat yang dihimpun. Misal ketentuan GWM valuta asing dianggap sama dengan GWM rupiah adalah 5 persen dari total dana pihak ketiga/dana masyarakat. Dengan total dana kas di rekening BI berjumlah setara Rp 35 miliar, bank saya telah mampu menghimpun dana pihak ketiga/DPK (dana masyarakat) ekuivalen Rp 700 miliar(100%). Andaikan dari total DPK sebesar Rp 500 miliar atau 70%-nya disalurkan dalam bentuk Kredit Usaha Menengah dan Kecil/UKM dengan rata-rata nilai kredit Rp 50 juta/debitur, maka bank devisa kecil milik saya beserta cabang-cabangnya siap menarget para account officer untuk menyalurkan kredit ke 10.000 pengusaha UKM. Bisa dibayangkan multiplier effect yang terjadi, karena kredit tersebut akan menggerakkan perekonomian secara lintas sektor dan melibatkan banyak tenaga produktif kreatif untuk saling menafkahi. Sebagai penggiat usaha di bidang industri kreatif sulam-rajut yang bersifat orientasi pekerja, saya akan menggunakan uang Rp 35 miliar untuk mengembangkan usaha. Mengadakan pameran bertubi-tubi, sekaligus menjadi marketing officer agar para perajin terus rutin dapat pekerjaan. Akan menyewa stand sulam-rajut di pekan produk kreatif Indonesia yang setiap tahun digelar di Jakarta Convention Centre, sekaligus melibatkan EO untuk menata stand saya agar tampil elegan, berapa pun biayanya. Akan ikut mengisi pavilliun Indonesia di ajang dunia sekaliber Expo 2010 Shanghai, China, dan terlibat di pameran kelas dunia pilihan. Jadi saya keluar negeri bukan untuk foya-foya dan konsumtif, tetapi untuk tujuan produktif menembus pasar dunia. Sebagian lagi untuk modal kerja. Mengembangkan usaha secara bertahap dengan menambah persediaan bahan baku, bahan setengah jadi, hingga bahan jadi. Sebagian lagi, juga secara bertahap, untuk membeli sarana penunjang, antara lain berupa sejumlah tempat untuk workshop hingga galeri dan showroom di area yang sudah disurvey layak. Dengan didu-kung dana sebesar itu, bisa dibayangkan betapa solid posisi tawar saya. Belum lagi kreditur akan mengantre mengajak bekerja sama memutar uang. Menyerap tenaga kerja untuk menjadi tenaga terampil produktif, angka 10.000-an menjadi biasa. Dengan standar penghasilan layak untuk hidup sejahtera bersama keluarga tanpa potongan, tanpa repot membuat moratorium pengiriman TKl, pasti tak ada lagi yang tergiur gaji selangit menjadi TKI di luar negeri. Sebagai wajib pajak yang taat pajak, pasti tetap jauh lebih bijak dari Gayus Tambunan. Karena pajak yang dibayar kepada negara pun pasti jauh lebih besar. Produk kami tak lagi sebatas go nasional namun sudah international. Dengan omset sebesar itu, industri yang berorientasi tenaga kerja, produknya sarat kearifan lokal. Sungguh sangat membahagiakan bagi semua pihak yang terlibat. Semua bekerja dengan hati gembira, hasilnya adalah produk-produk kreatif, unik, berjiwa, yang siap ’’membethot sukma’’ para pelanggan eksis dan pelanggan potensial. Bukan hanya di domestik, tapi juga di manca negara. Produk kami pun berkibar mengharumkan nama Indonesia. Andaikan duit saya sebanyak milik Gayus Tambunan, uang miliaran itu tak mungkin menganggur, apalagi hanya menyesaki almari di rumah, tanpa tahu mau digunakan untuk apa. Sambil menjalani mujijat-Nya, sebagai ungkapan syukur atas karunia kepercayaan sang Pencipta yang berkenan menitipkan semua itu, saya akan terus menyeimbangkan tubuh, jiwa, pikiran saya, untuk terus berkarya, berkarya, dan ber-karya. Produktif bermanfaat dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Selama masih dipinjami waktu. Purnomo lman Santoso-EI Villa Aster II Blok G No 10 Srondol, Semarang 50268

Sunday, May 13, 2012

Stand Niewdelars di Reuni Akbar SMA MATARAM Semarang

Berlokasi di SMA/SMK MATARAM Jl. MT Haryono No. 403-405 Semarang,Sulam-Rajut Niew de Lars,membuka stand pada acara REUNI AKBAR yang diselenggarakan tanggal 11,12,13 Mei 2012

Wednesday, December 8, 2010

Kunjungan Rotary Club dan International Overseas Club ke Showroom Niewdelars

Yth.Rotary Club Semarang Bojong(Presiden Kusnady Dharmawan-Bu Wulan,Secretary Ahmad Sofwan,PP Subeno Setio-Bu Widya,AG Paulus Rudy Suswanto-Bu Wenny,PP Hananta Budianto,PP Endang Sri Sarastri Karsono,Ibu PP Rudy Yuwana)

Rotary Club Semarang Central(Bp Hadi Kumala,Bp Anton & sp,Bp Susanto dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu)

Rotary Club Kudus(Pak Stevanus,Santoso & sp,Pak Nyoman&sp,Suryanto SH dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu)

IOC(International Overseas Club-Semarang,(Bp Agung Kusuma Halim,Ngadi Santoso,Hassan,Jodi, dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu)

HUCLE(Human Capital&Leadership Exellence):Bp Pieter,Yoseph Wibisono dan team

Bp Yudho ,Ibu Ika Gilbert

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke showroom needlework kami di Villa Aster II Blok G No. 10 Srondol,Pada Hari Rabu tanggal 8 Desember 2010.Kunjungan yang sangat berarti dan benar-benar suatu kehormatan besar.Kami menyadari kunjungan yang luar biasa ini dihadapkan pada kondisi ekstrim.Dari dampak cuaca ekstrim( turun hujan sehingga harus berhujan-hujanan), situasi ekstrim dalam artian Bus yang tak bisa langsung parkir didepan rumah(plus “insiden” bus tersangkut kabel telpon ) .

Sekitar 45 orang mampir ke showroom kami secara bersamaan,sebagian tetap di bis karena hujan.Kunjungan yang luar biasa.
Sejujurnya,kami sangat senang atas kunjungan Bp/Ibu sekalian.Bahkan ada satu hal yang sangat disesalkan adalah luputnya kesempatan mendokumentasikan moment yang sangat berarti ini.Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya dengan tulus ikhlas menyampaikan mohon maaf atas ketidaknyamananan yang terjadi saat kami melayani Bp/Ibu.Mudah-mudahan masih ada banyak ruang di hati Bp/Ibu untuk kesan positif terkait karya kreatif kami.


Note:
Secara khusus untuk Bp AG Paulus Rudy Suswanto-Bu Wenny,terima kasih yang amat sangat atas bantuan,saran dan perhatiannya.

Friday, November 26, 2010

Perluasan Showroom Niewdelars di Villa Aster

Showroom yang ada dirasakan tidak memadai lagi.Disamping terlalu sempit,juga kalau masuk harus memutar.Akhirnya kembali uji nyali.Saya putuskan menjebol tembok untuk menyatukan ruang lama dengan ruang tamu,agar showroom terasa lebih lega.Renovasi yang dimulai tanggal 10-10-10,dan saat berjalannya renovasi Gunung Merapi Jogjakarta meletus hebat,saya anggap sebagai petanda alam positif,akhirnya saya anggap selesai tanggal 26 November 2010.