Sunday, May 13, 2012

Stand Niewdelars di Reuni Akbar SMA MATARAM Semarang

Berlokasi di SMA/SMK MATARAM Jl. MT Haryono No. 403-405 Semarang,Sulam-Rajut Niew de Lars,membuka stand pada acara REUNI AKBAR yang diselenggarakan tanggal 11,12,13 Mei 2012

Wednesday, December 8, 2010

Kunjungan Rotary Club dan International Overseas Club ke Showroom Niewdelars

Yth.Rotary Club Semarang Bojong(Presiden Kusnady Dharmawan-Bu Wulan,Secretary Ahmad Sofwan,PP Subeno Setio-Bu Widya,AG Paulus Rudy Suswanto-Bu Wenny,PP Hananta Budianto,PP Endang Sri Sarastri Karsono,Ibu PP Rudy Yuwana)

Rotary Club Semarang Central(Bp Hadi Kumala,Bp Anton & sp,Bp Susanto dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu)

Rotary Club Kudus(Pak Stevanus,Santoso & sp,Pak Nyoman&sp,Suryanto SH dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu)

IOC(International Overseas Club-Semarang,(Bp Agung Kusuma Halim,Ngadi Santoso,Hassan,Jodi, dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu)

HUCLE(Human Capital&Leadership Exellence):Bp Pieter,Yoseph Wibisono dan team

Bp Yudho ,Ibu Ika Gilbert

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke showroom needlework kami di Villa Aster II Blok G No. 10 Srondol,Pada Hari Rabu tanggal 8 Desember 2010.Kunjungan yang sangat berarti dan benar-benar suatu kehormatan besar.Kami menyadari kunjungan yang luar biasa ini dihadapkan pada kondisi ekstrim.Dari dampak cuaca ekstrim( turun hujan sehingga harus berhujan-hujanan), situasi ekstrim dalam artian Bus yang tak bisa langsung parkir didepan rumah(plus “insiden” bus tersangkut kabel telpon ) .

Sekitar 45 orang mampir ke showroom kami secara bersamaan,sebagian tetap di bis karena hujan.Kunjungan yang luar biasa.
Sejujurnya,kami sangat senang atas kunjungan Bp/Ibu sekalian.Bahkan ada satu hal yang sangat disesalkan adalah luputnya kesempatan mendokumentasikan moment yang sangat berarti ini.Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya dengan tulus ikhlas menyampaikan mohon maaf atas ketidaknyamananan yang terjadi saat kami melayani Bp/Ibu.Mudah-mudahan masih ada banyak ruang di hati Bp/Ibu untuk kesan positif terkait karya kreatif kami.


Note:
Secara khusus untuk Bp AG Paulus Rudy Suswanto-Bu Wenny,terima kasih yang amat sangat atas bantuan,saran dan perhatiannya.

Friday, November 26, 2010

Perluasan Showroom Niewdelars di Villa Aster

Showroom yang ada dirasakan tidak memadai lagi.Disamping terlalu sempit,juga kalau masuk harus memutar.Akhirnya kembali uji nyali.Saya putuskan menjebol tembok untuk menyatukan ruang lama dengan ruang tamu,agar showroom terasa lebih lega.Renovasi yang dimulai tanggal 10-10-10,dan saat berjalannya renovasi Gunung Merapi Jogjakarta meletus hebat,saya anggap sebagai petanda alam positif,akhirnya saya anggap selesai tanggal 26 November 2010.

Thursday, August 19, 2010

Guest Speaker di Rotary Club Semarang Bojong


 

Niewdelars dan Rotary Club Semarang Bojong

Kamis 19 Agustus 2010,saya diminta menjadi guest speaker oleh Rotary Club Semarang Bojong.Bertempat di Resto Oits Jalan A Yani Semarang,saya diminta menyampaikan dan menginformasikan seputar usaha needlework (Cross stich,crochet,embroidery) yang kami geluti selama 12 tahun(sejak tahun 1998).Rencananya kami (saya dan Yovita) akan hadir pada kesempatan ini.Namun karena agak kurang sehat,Yovita tidak bisa hadir.Mencoba memanfaatkan waktu yang tersedia agar informasi dapat sampai ke para rotarian secara optimal,saya sangat terbantu oleh webblog www.niewdelars.blogspot.com disamping foto-foto produk yang sudah kami persiapkan.

Terima kasih saya ucapkan atas atensi hingga apresiasi rotarian dari Rotary Club Semarang Bojong(Rtn Ahmad Sofwan,PP Subeno Setio,Pres Kusnady Dharmawan,PP Wyanto Ridhwan,PP Hananta Budianto,PP Rudi Yuwana & spouse,Rtn Paulus Rudy Suswanto & spouse,PP Endang Sri Sarastri Karsono,Rtn The Siu Hong/Ibu Effendy dan juga ibu-ibu Rotarian yang karena singkatnya waktu,saya belum hafal namanya satu persatu(mohon maaf)

Secara khusus,saya juga ucapkan terima kasih kepada Rtn Ahmad Sowfan,yang telah berkenan meminjamkan laptop dan OHP untuk menunjang kelancaran acara tersebut diatas.

Tuesday, June 29, 2010

Lawan CAFTA dengan Bisnis Beretika

Harian Suara Merdeka tanggal 29 Juni 2010

CAFTA efektif tanggal 1 Januari 2010.Barang-barang impor,terlebih dari RRC segera membanjir di Indonesia.Sempat timbul kepanikan dan usul merenegosiasi(yang akhirnya ditolak RRC).
Kalau kilas balik serbuan barang import sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelumnya.Sektor usaha makanan sempat diserbu fastfood dengan pola franchise.Ada Kentucky Fried Chicken,McDonald,Pizza Hut,Dunkin Donat,Hot Dog,dan lainnya.Jamu,obat herbal diserbu suplemen impor dengan pola multi level marketing.
Buah dibanjiri impor.Kelengkeng Bangkok dengan mudah dijumpai di Pringsurat saat pohon kelengkeng tidak berbuah.Permen jahe,permen tape,diserbu permen impor.Industri sandang juga sama.Baju bekas Malaysia hingga yang baru,mudah dijumpai,dan sebagainya.Pola massal didukung modal besar seolah akan melibas apa saja yang diproduksi domestic.Tapi tampaknya tak akan semudah itu.
Salah satu hal yang disyukuri Indonesia pascareformasi adalah tumbuhnya media yang semakin mencerdaskan warga.
Serbuan fast food dijawab dengan lahirnya acara kuliner.Dengan Bondan Winarno sebagai host,mengangkat kembali aneka kuliner asli Indonesia,selera Nusantara.
Serbuan buah impor ditanggapi dengan semakin banyak dikenalkan ke masyarakat bibit buah unggul khas Indonesia baik melalui TV maupun media cetak.Media banyak mengangkat industri rumah tangga yang sarat kearifan local,budaya,semakin menyadarkan masyarakat betapa Indonesia sebenarnya punya banyak produk unggulan.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia juga semakin kritis terus mengedukasi masyarakat untuk tidak mudah tergiur produk impor berharga(sangat) murah,karena ternyata banyak yang beracun.Bukan sekedar makanan yang mengandung formalin.Tanpa kecuali produk pakaian yang diinformasikan mengandung formaldehid di atas ambang batas yang sehat.
Dampaknya adalah,Ayam Goreng Suharti,Mbok Berek tetap berjaya.Bahkan muncul ke permukaan Ayam Goreng Taliwang,Ayam Goreng Lombok Ijo,dan lainnya.
Durian local dengan rasa yang jauh lebih lezat semakin dinikmati masyarakat luas dengan harga terjangkau.Industri kreatif,batik,terus unjuk jati diri dengan aneka karya kreatifnya.Produk-produk limited yang dipasarkan semakin diminati.Pola-pola factory outlet,distribution outlet,dengan pelanggan yang terus tumbuh pesat seolah menjadi jawaban atas serbuan produk sandang import yang dipasarkan di setiap sudut area perbelanjaan modern maupun tradisional.
Wajik Ny Week,lumpia Mbak Lien,tetap laris manis sekalipun hotdog dipasarkan secara franchise.Pedagang soto,bakso,semakin kreatif memasarkan,bahkan ikut menerapkan pola franchise untuk menguasai pasar.
Fakta ini menunjukkan bahwa potensi local sebenarnya sangat besar.Mereka tetap survive dan terus eksis bahkan berkembang karena disamping edukasi media,YLKI,yang mencerdaskan masyarakat,juga karena mereka menjaga etika dalam berbisnis.
Mereka menjaga kualitas usahanya dengan konsisten menerapkan filosofi bisnis.Mereka tetap mempertahankan filosofi bisnis “tuna satak bathi sanak”.Bahasa Banyumas yang artinya ,tak apa rugi uang asal untung secara relasi,cengli-liangsim(filosofi bisnis Tionghoa:Adil dan sesuai nurani),fair and win-win.
Tak mau sekedar untung sebesar-besarnya dengan menjual ayam tiren,tak mau menjual daging sapi gelonggongan,makanan berpewarna tekstil,atau memperdagangkan pakaian beracun(yang ironisnya eks impor).Karena semua itu mengabaikan etika dan menjadikan untung sebesar-besarnya sebagai segalanya.Kalau mengabaikan etika,akhirnya hukum besi pasar akan melibasnya tanpa ampun.
Dengan produk asli yang sebenarnya banyak yang unggul,plus beretika bisnis,dijamin pasar domestic tetap dikuasai,karena etika bisnis sendiri sudah merupakan antibody yang ampuh untuk melawan serbuan produk impor.

Purnomo Iman Santoso-EI
Villa Aster II Blok G No.10,Srondol
Semarang 50268